.
Oleh: Senior QA Specialist & ISO Auditor Nodemedic
Kategori: Quality Assurance & Standards | Updated: November 2026
Dalam ekosistem utilitas rumah sakit, sistem gas medis memiliki toleransi kesalahan “Nol Persen”. Berbeda dengan listrik yang jika mati bisa ditoleransi beberapa detik sebelum genset menyala, putusnya suplai oksigen ke ventilator pasien ICU dapat berakibat fatal secara instan.
Oleh karena itu, dunia rekayasa medis sepakat bahwa instalasi gas medis tidak boleh dibangun berdasarkan “kebiasaan” atau “asumsi”, melainkan harus berbasis Standar Internasional Gas Medis yang teruji. Tujuannya satu: Menjamin Continuity of Supply (Keberlangsungan Pasokan) dalam kondisi apapun.
Di Indonesia, pemerintah telah secara resmi mengadopsi standar ISO (International Organization for Standardization) menjadi Standar Nasional Indonesia (SNI). Ini bukan sekadar rekomendasi teknis, melainkan mandat regulasi yang mengikat secara hukum.
[BACA JUGA: Kewajiban Prasarana Gas Medis Sesuai UU No. 44 Tahun 2009 & Permenkes No. 4/2016]

Fokus SNI ISO 7396-1: Standar ISO Gas Medis Bertekanan
SNI ISO 7396-1 adalah “Kitab Suci” bagi instalasi gas medis bertekanan (Compressed Medical Gases) seperti Oksigen, Nitrous Oxide, Medical Air, Carbon Dioxide, Nitrogen, dan Vakum Medis.
Standar ini mengatur segalanya mulai dari desain, instalasi, fungsi, kinerja, dokumentasi, hingga pengujian.
Prinsip Utama: “Single Point of Failure”
Filosofi inti dari sni iso 7396-1 adalah mencegah kegagalan tunggal. Standar ini mewajibkan adanya tiga sumber pasokan untuk gas vital:
- Sumber Primer (Primary): Untuk operasional sehari-hari (misal: Tangki Liquid).
- Sumber Sekunder (Secondary): Otomatis menyala jika primer habis/rusak (misal: Manifold Tabung).
- Sumber Cadangan (Reserve): Cadangan manual terakhir jika kedua sistem di atas gagal total.
Jika Rumah Sakit Anda hanya memiliki satu sumber oksigen tanpa cadangan otomatis, maka instalasi tersebut TIDAK COMPLIANT (Tidak Patuh) terhadap standar ISO.
Material & Kebersihan
ISO 7396-1 juga sangat ketat mengenai kompatibilitas material. Pipa yang digunakan harus tahan korosi dan tidak memicu reaksi dengan oksigen. Penggunaan standar pipa oksigen rumah sakit yang salah (seperti pipa tembaga AC) adalah pelanggaran mayor dalam audit ISO.
BACA JUGA: Spesifikasi Pipa Tembaga ASTM B819 & Bahaya Pipa AC
Fokus SNI ISO 7396-2: Sistem Pembuangan Sisa Anestesi (AGSS)
Seringkali dilupakan, namun standar iso gas medis ISO 7396-2 sangat krusial bagi keselamatan dokter dan perawat di Kamar Operasi (OK). Standar ini mengatur tentang Sistem Pembuangan Gas Anestesi atau Anaesthetic Gas Scavenging Systems (AGSS).
Mengapa AGSS Penting?
Saat pasien dibius menggunakan gas (seperti N2O atau Sevoflurane), tidak semua gas terserap tubuh pasien. Ada sisa gas buang yang keluar dari mesin anestesi. Jika tidak disedot keluar ruangan oleh sistem AGSS ISO 7396-2, gas bius ini akan terakumulasi di ruang operasi.
Dampaknya: Dokter bedah dan perawat bisa mengalami pusing, mual, penurunan konsentrasi, hingga risiko keguguran (bagi perawat hamil) akibat paparan jangka panjang. Standar ini memastikan lingkungan kerja yang aman (K3RS) bagi tenaga medis.
Perbandingan Raksasa: ISO vs NFPA 99 vs HTM 02-01
Di dunia konstruksi rumah sakit internasional, ada tiga “Kiblat” standar yang sering membingungkan konsultan perencana. Mana yang harus diikuti?
Berikut adalah tabel perbandingan singkat untuk memahami perbedaan nfpa dan htm gas medis dengan ISO:
| Fitur | SNI ISO 7396 (Global/Indonesia) | NFPA 99 (Amerika Serikat) | HTM 02-01 (Inggris/UK) |
| Fokus Utama | Kinerja Sistem & Keselamatan Pasien | Fire Safety (Proteksi Kebakaran) | Manajemen Operasional & Permit to Work |
| Wilayah Adopsi | Eropa, Asia, Indonesia (SNI) | Amerika Utara, Timteng | Negara Persemakmuran (Commonwealth) |
| Kode Warna Pipa | Standar ISO 32 (Oksigen: Putih) | Standar US (Oksigen: Hijau) | Standar UK (Oksigen: Putih) |
| Sistem Alarm | Clinical & Operational Alarm | Master & Area Alarm | Local & Central Alarm |
Meskipun Nodemedic memahami ketiga standar tersebut (terutama untuk proyek RS Internasional yang mengejar JCI), kami memprioritaskan SNI ISO 7396-1 karena itulah yang diadopsi oleh asosiasi profesi di Indonesia (AIGMI) sebagai rujukan teknis utama.
BACA JUGA: Membedah Pedoman Teknis AIGMI No. 4 Tahun 2021
Kesimpulan: Kepatuhan Standar ISO Gas Medis adalah Investasi Nyawa
Menerapkan standar iso gas medis bukanlah upaya mempersulit proyek dengan birokrasi teknis. Ini adalah upaya mitigasi risiko untuk memastikan bahwa ketika pasien membutuhkan napas buatan, sistem gas medis hadir dengan tekanan yang tepat, kualitas yang murni, dan ketersediaan yang tanpa henti.
Bagi NodeMedic, kepatuhan terhadap SNI ISO 7396-1 dan ISO 7396-2 adalah harga mati. Instalasi yang dibangun di atas standar ini tidak hanya aman, tetapi juga menjamin kelulusan saat inspeksi legalitas oleh BPFK.
Pastikan instalasi RS Anda lulus uji sertifikasi:
BACA JUGA: Panduan Sertifikat Laik Operasi (SLO) & Standar BPFK
Apakah RS Anda sedang mengejar Akreditasi Paripurna atau JCI?
Jangan biarkan temuan audit gas medis menghambat kelulusan Anda. Jadwalkan Audit Kesesuaian Standar ISO gratis
Nodemedic juga memberikan layanan instalasi gas medis dengan kelebihan gratis konsultasi penyusunan RAB dan perencanaan gambar desain instalasi gas medis.
Nodemedic juga memberikan layanan instalasi gas medis dengan kelebihan gratis konsultasi penyusunan RAB dan perencanaan gambar desain instalasi gas medis.
Silakan hubungi kami untuk detail lebih lengkapnya
Telp : +62 81214880612
WA : 081214880612
Web : https://nodemedic.com







