Revolusi Farmasi RS: Kirim Obat Racikan ke Bangsal dalam 2 Menit

manfaat investasi dalam pneumatic tube system
manfaat investasi dalam pneumatic tube system
Tabel Pembahasan

Bagi rekan-rekan sejawat Kepala Instalasi Farmasi, pemandangan ini pasti sudah tidak asing lagi: Pukul 11.00 siang, jam puncak pelayanan. Tumpukan resep rawat inap menggunung di meja dispensing. Telepon berdering tiada henti dari ruang rawat inap, dengan nada perawat yang mulai meninggi: “Mbak, obat pasien Bed 5 atas nama Tuan X mana? Dokter sudah mau visit!”

Sementara itu, Anda melihat sekeliling. Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK) Anda sedang sibuk meracik puyer. Kurir internal atau porter baru saja berangkat mengantar kloter obat ke Lantai 8 dan tidak akan kembali setidaknya dalam 30 menit ke depan.

Di sinilah letak ironi pelayanan farmasi modern. Kita seringkali sudah sangat efisien dalam proses clinical review dan compounding (peracikan), namun kinerja kita hancur di mata user karena hambatan pada logistik farmasi. Obat sudah jadi dalam 15 menit, tapi baru sampai ke tangan perawat 45 menit kemudian karena menunggu kurir.

Artikel ini akan membahas bagaimana teknologi Nodemedic Pneumatic Tube System mengubah paradigma distribusi obat rumah sakit dari sistem “Tunggu Kurir” menjadi “Kirim Sekarang”.

BACA JUGA : Panduan Lengkap Pneumatic Tube System: Solusi Logistik Rumah Sakit Modern & Efisiensi Biaya

perbandingan rumah sakit manual dan pnuematic tube

Tantangan Farmasi: Volume Tinggi & Urgensi Cito

Berbeda dengan logistik gudang umum, logistik farmasi memiliki karakteristik yang unik dan “kejam”: volume item yang kecil-kecil, frekuensi pengiriman yang sangat tinggi, dan toleransi kesalahan nol.

Tantangan terbesar kita adalah Obat CITO dan obat stat dose (dosis segera). Dalam kondisi gawat darurat atau perubahan terapi mendadak, standar pelayanan mengharuskan obat sampai dalam waktu kurang dari 15-30 menit.

Mengandalkan kaki manusia untuk memenuhi target ini di gedung rumah sakit bertingkat adalah strategi yang rapuh.

  • Kelelahan Fisik: Kurir manusia memiliki batas stamina. Menjelang akhir shift, kecepatan berjalan dan fokus akan menurun.
  • Hambatan Fisik: Lift pengunjung yang penuh sesak seringkali membuat kurir tertahan lama di lobi, sementara obat life-saving sedang ditunggu di ICU.

Akibatnya? Keterlambatan terapi. Antibiotik profilaksis operasi telat masuk, atau obat anti-nyeri terlambat diberikan. Komplain pun masuk ke Direktur Pelayanan Medis.

Strategi Efisiensi: Sentralisasi Stok (Mengurangi Floor Stock)

Selama bertahun-tahun, solusi konvensional untuk mengatasi lambatnya distribusi adalah dengan membuat Depo Farmasi Satelit di setiap lantai. Logikanya: Dekatkan obat dengan pasien.

Namun, dari kacamata manajemen, strategi desentralisasi ini sangat mahal (Costly):

  1. Inefisiensi SDM: Anda harus menempatkan minimal 1 Apoteker dan 1 TTK di setiap depo per shift.
  2. Inventory Cost Membengkak: Stok obat terpecah-pecah. Sering terjadi stok di Lantai 3 habis, padahal di Lantai 5 menumpuk dan mendekati expired date.
  3. Dead Space: Ruangan yang seharusnya bisa jadi kamar rawat inap (Revenue Center) terpakai untuk gudang obat depo.

Solusi Nodemedic:

Dengan adanya instalasi Nodemedic Pneumatic Tube System yang mampu mengirim obat dari Farmasi Pusat di lantai dasar ke Nurse Station di lantai manapun hanya dalam waktu 2 menit, konsep Sentralisasi Farmasi menjadi mungkin dilakukan kembali tanpa mengorbankan kecepatan.

Anda bisa menarik sebagian besar stok obat mahal dan jarang pakai ke Farmasi Pusat.

  • Kontrol Stok: Satu pintu, lebih mudah diawasi.
  • Efisiensi SDM: Staf bisa difokuskan di pusat untuk mempercepat peracikan.
  • Pengurangan Limbah: Meminimalisir obat kadaluarsa karena rotasi stok lebih cepat (First Expired First Out/FEFO lebih terkontrol).

Keamanan Rantai Pasok (Chain of Custody)

Isu sensitif lain dalam distribusi obat rumah sakit adalah keamanan serah terima.

Dalam kondisi chaos, seringkali terjadi praktik titip-menitip yang berisiko. Karena kurir farmasi sibuk, obat dititipkan ke Cleaning Service yang lewat, atau ditaruh begitu saja di meja perawat yang sedang kosong.

Risikonya fatal:

  • Obat Hilang/Terselip: Menyebabkan kerugian finansial dan perselisihan antar unit.
  • Tertukar: Obat pasien A masuk ke kamar pasien B.
  • Penyalahgunaan: Terutama untuk obat-obat High Alert dan Narkotika/Psikotropika.

Solusi Keamanan Nodemedic:

Sistem kami menawarkan pengiriman Point-to-Point yang aman.

  1. Direct to Nurse Station: Tabung obat meluncur langsung ke stasiun penerima di dalam Nurse Station (Zona Terbatas).
  2. Fitur Secure Receive: Untuk pengiriman obat Narkotika atau obat mahal (seperti Albumin/IVIG), apoteker bisa mengaktifkan fitur keamanan. Tabung carrier tidak akan bisa dibuka atau diambil di stasiun tujuan kecuali perawat penerima memasukkan PIN Khusus atau menempelkan kartu ID RFID mereka.
  3. Jejak Audit Digital: Sistem mencatat detik berapa obat dikirim, siapa yang mengirim, dan siapa yang mengambil. Jika ada komplain obat hilang, data sistem bisa menjadi bukti valid.

Kapasitas Angkut: Apa Saja yang Bisa Dikirim?

Keraguan umum dari rekan farmasi adalah soal kapasitas. “Apakah muat kirim infus?”

Sistem Nodemedic dengan diameter pipa 160mm (6 inch) adalah standar Gold Standard untuk rumah sakit. Kapasitas ini sangat memadai untuk 90% kebutuhan logistik harian farmasi:

  • Obat Oral: Plastik klip berisi tablet, kapsul, puyer racikan.
  • Sediaan Cair/Topikal: Botol sirup, salep, tetes mata.
  • Sediaan Injeksi: Ampul dan Vial (dengan pengaman busa agar tidak pecah).
  • Cairan Infus: Softbag ukuran 100ml, 250ml, hingga 500ml (NaCl, Ringer Laktat) muat dengan nyaman di dalam carrier kami.
  • Unit Dose Dispensing (UDD): Carrier bisa memuat laci/kotak obat pagi-siang-sore untuk satu pasien sekaligus.

Yang tidak bisa dikirim hanyalah cairan infus jerigen besar (1 liter hard case) atau alat kesehatan berukuran sangat besar. Untuk itu, kurir manual masih dibutuhkan, namun beban kerjanya berkurang drastis hingga 80%.

Kesimpulan: Asisten Digital Farmasi Anda

Revolusi Industri 4.0 di rumah sakit bukan hanya soal Rekam Medis Elektronik (RME), tapi juga otomatisasi logistik fisik.

Mengadopsi Nodemedic Pneumatic Tube System berarti Anda merekrut “Asisten Digital” yang bekerja 24 jam tanpa lelah, tanpa cuti, dan tanpa mengeluh naik tangga. Ini memungkinkan Apoteker dan TTK untuk kembali ke tugas mulia mereka: memastikan keamanan dan kerasionalan terapi obat, bukan sekadar menjadi pengemas dan pengantar barang.

Sudah saatnya Instalasi Farmasi RS Anda bekerja dengan kecepatan teknologi, bukan kecepatan langkah kaki.

Ingin Desain Alur Farmasi yang Efisien?

Tim konsultan Nodemedic siap membantu Anda merancang alur distribusi obat yang optimal, mulai dari tata letak stasiun di farmasi hingga integrasi dengan ruang rawat inap.

Konsultasi Gratis Desain Logistik Farmasi

Telp : +62 81214880612
WA: 08132005235
WA: 081214880612
Web : https://nodemedic.com

Instalasi Pneumatic Tube System Seluruh Indonesia

Bagikan Artikel

Artikel Lainnya
Solusi Gas Habis Saat Masak: Mengenal Sistem "Automatic Changeover" Regulator
Solusi continuous cooking dapur komersial: Penerapan automatic changeover regulator (ACO) untuk memindahkan aliran gas otomatis tanpa mematikan api kompor saat tabung habis.
Solusi Gas Habis Saat Masak: Mengenal Sistem "Automatic Changeover" Regulator
Oleh: Senior Kitchen Utility Specialist & Professional Chef Consultant NodeMedic Ada satu skenario...
Read More
Vitalitas Oksigen Medis Rumah Sakit: Infrastruktur Aman Cegah Risiko Ledakan
Tabung Oksigen
Vitalitas Oksigen Medis Rumah Sakit: Infrastruktur Aman Cegah Risiko Ledakan
Oleh: Senior Hospital Safety & Infrastructure Consultant – NodeMedic Pasca-pandemi COVID-19, kata...
Read More
Fungsi Flashback Arrestor pada Instalasi Gas Hidrogen dan Asetilen: Tameng Terakhir Anti-Ledakan
tameng anti ledakan
Fungsi Flashback Arrestor pada Instalasi Gas Hidrogen dan Asetilen: Tameng Terakhir Anti-Ledakan
Oleh: Senior Combustion Engineer & Fire Safety Specialist NodeMedic Tahukah Anda seberapa cepat...
Read More
Kewajiban Prasarana Gas Medis Sesuai Undang Undang No. 44/2009 & Permenkes No. 4/2016
standar instalasi gas medis
Kewajiban Prasarana Gas Medis Sesuai Undang Undang No. 44/2009 & Permenkes No. 4/2016
Oleh: Konsultan Akreditasi & Legal Nodemedic Kategori: Regulasi & Hukum Kesehatan | Updated:...
Read More
Desain Gas House yang Aman: Ventilasi, Jarak Aman, dan SOP Penyimpanan Tabung
Desain arsitektur gas house standar NFPA 58 dengan konstruksi ventilasi bawah louver, atap ringan rangka baja, dan lantai kerja anti-spark untuk penyimpanan tabung LPG aman.
Desain Gas House yang Aman: Ventilasi, Jarak Aman, dan SOP Penyimpanan Tabung
Oleh: Senior Civil Engineer & HSE Specialist NodeMedic Dalam dunia konstruksi utilitas, Gas House...
Read More
Tubing Gas Laboratorium: Mengapa Wajib Stainless Steel 316L (Bukan Tembaga)?
perbandingan tubin menggunakan stainles dan tembaga
Tubing Gas Laboratorium: Mengapa Wajib Stainless Steel 316L (Bukan Tembaga)?
Oleh: Senior Material Engineer NodeMedic Dalam proyek pembangunan laboratorium baru, seringkali terjadi...
Read More
Instalasi Gas Pada Fasilitas Cyclotron Produksi Radiofarmaka
PHOTO-2024-06-04-08-07-06
Instalasi Gas Pada Fasilitas Cyclotron Produksi Radiofarmaka
Taukah anda mengenai Instalasi Gas Fasilitas Cyclotron ? Pada artikel ini Nodemedic akan memberikan info...
Read More