Penanganan Gas Korosif (Amonia & Klorin): Kapan Wajib Pakai Monel & Hastelloy?

penanganan gas lab korosif
Tabel Pembahasan

Oleh: Senior Material Engineer & Corrosion Specialist NodeMedic

Dalam dunia piping engineering, korosi adalah mimpi buruk yang tidak terlihat. Berbeda dengan kebocoran mekanis yang bisa didengar mendesis, korosi internal pada instalasi gas terjadi secara diam-diam di dalam dinding pipa, menggerogoti ketebalan logam hingga titik kritis, lalu—DUAR!—pipa pecah dan menyemburkan gas beracun ke wajah operator.

Banyak kontraktor awam memiliki asumsi fatal: “Pakai saja Stainless Steel 316L, itu kan anti-karat untuk segala jenis gas.”

Ini adalah mitos yang sangat berbahaya. SS316L memang material yang luar biasa untuk gas inert, namun ia memiliki “Achilles’ Heel” (titik lemah) saat berhadapan dengan gas korosif agresif seperti Klorin basah atau Asam Klorida.

Sistem gas sentral harus didesain berdasarkan kompatibilitas kimia gas, bukan hanya tekanan. Salah pilih material berarti Anda sedang membangun bom waktu kimiawi.

BACA JUGA: Panduan Lengkap Sistem Gas Sentral Laboratorium: A-Z Desain & Instalasi

Artikel ini akan membedah spesifikasi teknis instalasi gas korosif dan kapan Anda wajib meninggalkan Stainless Steel demi Super-Alloy seperti Monel atau Hastelloy.

penanganan gas korosif (Amonia & Klorin) di laboratorium

Amonia (NH3) vs Tembaga/Kuningan

Amonia Anhidrat (Anhydrous Ammonia) adalah gas yang unik. Ia tidak terlalu korosif terhadap besi atau baja, namun ia adalah musuh bebuyutan bagi Tembaga (Copper) dan paduannya, termasuk Kuningan (Brass) dan Perunggu (Bronze).

Reaksi Fatal: Stress Corrosion Cracking

Jika gas Amonia kontak dengan komponen kuningan yang berada dalam tekanan (stress), akan terjadi fenomena metalurgi yang disebut Ammonia Stress Corrosion Cracking (SCC).

  • Amonia bereaksi membentuk kompleks cuprammonium ions.
  • Logam tidak sekadar berkarat, tapi retak dari dalam struktur kristalnya (intergranular cracking).
  • Pipa atau valve kuningan bisa hancur lebur (rapuh seperti kerupuk) dalam waktu singkat.

Solusi Material:

  • Wajib: Stainless Steel 304/316L atau Carbon Steel.
  • DILARANG KERAS: Pipa Tembaga, Valve Kuningan, atau Regulator standar yang memiliki komponen internal kuningan.

Bukan hanya pipa, regulator juga harus menggunakan body Stainless Steel atau Monel, jangan Brass. Pastikan wetted parts (bagian yang basah kena gas) bebas dari unsur Cu.

BACA JUGA: Mengenal Regulator Gas Laboratorium: Two-Stage vs Point of Use

Klorin (Cl2) & HCL vs Stainless Steel

Klorin adalah “Monster” korosi yang sifatnya sangat bergantung pada satu variabel kecil: AIR (Kelembapan).

Dry Chlorine vs Wet Chlorine

  • Dry Chlorine (Klorin Kering):
    Pada suhu ruang, gas Klorin yang benar-benar kering (kadar air < 10 PPM) tidak bereaksi dengan baja. Lapisan pasif (Passivation Layer) pada SS316L masih mampu bertahan.
  • Wet Chlorine (Klorin Basah):
    Jika ada sedikit saja uap air (misal: saat ganti tabung udara lembab masuk), Klorin bereaksi dengan air membentuk Asam Klorida (HCl) dan Asam Hipoklorit (HOCl).
    $$Cl_2 + H_2O \rightarrow HCl + HOCl$$

Asam ini akan menghancurkan lapisan Chrome-Oxide pelindung SS316L dan menyebabkan Pitting Corrosion (korosi sumuran) yang dalam dan cepat.

SS316L memang raja untuk gas inert dan UHP, tapi ia bertekuk lutut di hadapan Klorin basah. Dalam kondisi ini, pipa SS316L bisa bocor dalam hitungan hari.

BACA JUGA: Tubing Gas Laboratorium: Mengapa Wajib Stainless Steel 316L (Bukan Tembaga)?

Solusi Super-Alloy: Monel & Hastelloy

Untuk menangani material pipa gas klorin atau Hidrogen Klorida (HCL) yang berpotensi lembab, Anda harus beralih ke Nickel-Based Alloy:

  1. Monel 400 (Nickel-Copper Alloy):
    • Kandungan Nikel tinggi (63%) membuatnya kebal terhadap Klorin kering maupun basah, serta gas HF (Hydrogen Fluoride).
    • Monel juga tidak memercikkan api, sehingga sangat aman untuk gas oksidator kuat.
  2. Hastelloy C-22 (Ni-Cr-Mo Alloy):
    • Ini adalah material “Dewa” dalam ketahanan korosi. Sangat tahan terhadap pitting, crevice corrosion, dan stress corrosion cracking di lingkungan oksidasi maupun reduksi.

Wajib digunakan untuk hastelloy regulator pada aplikasi gas HCL murni atau gas campuran korosif ekstrem.

Pentingnya Sistem Purging (Cross-Purge)

sistem purging menjadi solusi instalasi gas korosif

Menggunakan pipa mahal Monel sekalipun akan sia-sia jika prosedur operasional Anda buruk. Masalah utama korosi klorin seringkali terjadi saat proses penggantian silinder (Cylinder Change-out).

Saat koneksi tabung dilepas, udara ruangan (yang mengandung uap air) masuk ke dalam selang pigtail. Saat tabung baru dipasang, udara lembab ini terdorong masuk, bertemu gas Klorin, dan terjadilah Wet Chlorine.

Solusi: Cross-Purge Assembly

Instalasi gas korosif WAJIB dilengkapi sistem Cross-Purge menggunakan gas inert (Nitrogen Kering).

Fungsi Cross-Purge:

  1. Sebelum Melepas Tabung: Membilas sisa gas korosif di pigtail dengan Nitrogen agar aman bagi operator.
  2. Setelah Memasang Tabung: Membilas udara lembab yang terperangkap di pigtail dengan Nitrogen SEBELUM valve tabung gas korosif dibuka.

Tanpa prosedur ini, korosi akan selalu terjadi di titik koneksi (pigtail), sekuat apapun material Anda.

Kebocoran gas korosif akibat prosedur yang salah biasanya juga bersifat racun (Toxic). Wajib ada detektor PPM yang terintegrasi.

BACA JUGA: Sistem Keamanan Gas Laboratorium: Gas Detector & Solenoid Interlock

Komponen Pendukung: Valve & Regulator

Dalam spesifikasi pipa tahan korosi, perhatian detail pada komponen kecil sangat vital:

  • Regulator: Harus tipe Tied-Diaphragm.
    • Regulator biasa menggunakan pegas (spring) di area bawah diafragma. Jika gas korosif bocor sedikit, pegas akan berkarat dan patah.
    • Tipe Tied-Diaphragm tidak memiliki pegas di jalur gas (wetted area), sehingga lebih aman.
  • Seat Material: Jangan gunakan karet NBR/Buna-N. Gunakan PTFE (Teflon) atau PCTFE (Kel-F) yang inert secara kimiawi.

Kesimpulan & Rekomendasi

Menangani gas korosif adalah permainan dengan taruhan tinggi. Biaya material pipa Monel atau Hastelloy memang bisa mencapai 5x hingga 10x lipat dibandingkan Stainless Steel biasa. Namun, biaya tersebut adalah Investasi Keselamatan Seumur Hidup.

Rekomendasi NodeMedic:

  1. Amonia: Gunakan SS316L. Hindari total Kuningan/Tembaga.
  2. Klorin/HCL (Kering): SS316L bisa digunakan dengan prosedur Purging ketat.
  3. Klorin/HCL (Basah/Outdoor): WAJIB gunakan Monel 400 atau Hastelloy C-22.
  4. Selalu pasang Cross-Purge Assembly pada manifold gas korosif.

Jangan berjudi dengan material murah untuk gas “galak”. Kebocoran klorin akibat pipa yang keropos bukan hanya menghentikan produksi, tapi bisa mengevakuasi seluruh pabrik.

Butuh bantuan seleksi material (Material Selection) untuk gas khusus Anda?

Tim engineer NodeMedic siap membantu mendesain jalur gas tahan korosi sesuai standar ASTM dan NACE.

KONSULTASI MATERIAL KHUSUS: Jasa Instalasi Gas Laboratorium Sentral: Standar UHP & Safety

Telp : +62 81214880612
WA: 08132005235
WA: 081214880612
Web : https://nodemedic.com

Bagikan Artikel

Artikel Lainnya
Solusi Gas Habis Saat Masak: Mengenal Sistem "Automatic Changeover" Regulator
Solusi continuous cooking dapur komersial: Penerapan automatic changeover regulator (ACO) untuk memindahkan aliran gas otomatis tanpa mematikan api kompor saat tabung habis.
Solusi Gas Habis Saat Masak: Mengenal Sistem "Automatic Changeover" Regulator
Oleh: Senior Kitchen Utility Specialist & Professional Chef Consultant NodeMedic Ada satu skenario...
Read More
Vitalitas Oksigen Medis Rumah Sakit: Infrastruktur Aman Cegah Risiko Ledakan
Tabung Oksigen
Vitalitas Oksigen Medis Rumah Sakit: Infrastruktur Aman Cegah Risiko Ledakan
Oleh: Senior Hospital Safety & Infrastructure Consultant – NodeMedic Pasca-pandemi COVID-19, kata...
Read More
Fungsi Flashback Arrestor pada Instalasi Gas Hidrogen dan Asetilen: Tameng Terakhir Anti-Ledakan
tameng anti ledakan
Fungsi Flashback Arrestor pada Instalasi Gas Hidrogen dan Asetilen: Tameng Terakhir Anti-Ledakan
Oleh: Senior Combustion Engineer & Fire Safety Specialist NodeMedic Tahukah Anda seberapa cepat...
Read More
Kewajiban Prasarana Gas Medis Sesuai Undang Undang No. 44/2009 & Permenkes No. 4/2016
standar instalasi gas medis
Kewajiban Prasarana Gas Medis Sesuai Undang Undang No. 44/2009 & Permenkes No. 4/2016
Oleh: Konsultan Akreditasi & Legal Nodemedic Kategori: Regulasi & Hukum Kesehatan | Updated:...
Read More
Desain Gas House yang Aman: Ventilasi, Jarak Aman, dan SOP Penyimpanan Tabung
Desain arsitektur gas house standar NFPA 58 dengan konstruksi ventilasi bawah louver, atap ringan rangka baja, dan lantai kerja anti-spark untuk penyimpanan tabung LPG aman.
Desain Gas House yang Aman: Ventilasi, Jarak Aman, dan SOP Penyimpanan Tabung
Oleh: Senior Civil Engineer & HSE Specialist NodeMedic Dalam dunia konstruksi utilitas, Gas House...
Read More
Tubing Gas Laboratorium: Mengapa Wajib Stainless Steel 316L (Bukan Tembaga)?
perbandingan tubin menggunakan stainles dan tembaga
Tubing Gas Laboratorium: Mengapa Wajib Stainless Steel 316L (Bukan Tembaga)?
Oleh: Senior Material Engineer NodeMedic Dalam proyek pembangunan laboratorium baru, seringkali terjadi...
Read More
Instalasi Gas Pada Fasilitas Cyclotron Produksi Radiofarmaka
PHOTO-2024-06-04-08-07-06
Instalasi Gas Pada Fasilitas Cyclotron Produksi Radiofarmaka
Taukah anda mengenai Instalasi Gas Fasilitas Cyclotron ? Pada artikel ini Nodemedic akan memberikan info...
Read More