Karakteristik Kimia 7 Jenis Gas Medis: Bahaya Oksidator, Tekanan, dan Kode Warna

Jenis Tabung Oksigen

Tabel Pembahasan

Oleh: Senior Medical Gas Consultant NodeMedic

Dalam ekosistem pelayanan kesehatan, setiap Jenis gas medis bukanlah sekadar komoditas utilitas seperti air atau listrik. Secara definisi farmakologis, gas medis adalah obat. Ia memiliki dosis, indikasi, kontraindikasi, dan yang paling krusial: efek samping mematikan jika salah diberikan.

Sebagai praktisi yang telah berkecimpung selama 15 tahun di bidang infrastruktur medis, saya sering menemukan kesalahpahaman fatal di lapangan. Pipa Nitrogen tertukar dengan Oksigen, atau penggunaan seal tape biasa pada drat tabung oksigen. Kesalahan-kesalahan “sepele” ini dalam dunia gas medis tidak mentolerir ruang untuk ralat—konsekuensinya adalah ledakan fasilitas atau kematian pasien (fatality).Artikel ini ditujukan bagi Direktur RS, Kepala IPSRS, dan tim K3RS untuk membedah secara mendalam karakteristik kimia, fisika, dan standar keselamatan dari jenis gas medis yang beredar di rumah sakit Anda.

Baca: Panduan Lengkap Sistem Gas Medis: Regulasi, Komponen, dan Standar Keselamatan Instalasi ➔

Konsep Dasar Bahaya: Segitiga Api dan Bom Waktu

Sebelum membedah satu per satu jenis gas, kita wajib memahami dua hukum fisika utama yang membuat instalasi gas medis memiliki risiko tinggi (High Risk).

1. Bahaya Oksidator (The Fire Triangle)

Banyak orang salah mengira bahwa Oksigen bisa meledak/terbakar. Secara kimia, Oksigen tidak terbakar, tetapi mendukung pembakaran (Oxidizer).

Dalam konsep Segitiga Api (Fire Triangle), api membutuhkan tiga elemen: Bahan Bakar (Fuel) + Panas (Heat) + Oksigen. Di atmosfer normal (21% Oksigen), api menyala biasa. Namun, di lingkungan yang kaya oksigen (Oxygen Enriched Atmosphere), material yang biasanya sulit terbakar (seperti baju operasi atau selimut pasien) akan menyambar dengan kecepatan ledakan (flash over). Inilah bahaya utama bahaya oksigen medis yang sering diabaikan.

2. Bahaya Tekanan Tinggi (Stored Energy)

Tabung gas medis adalah “bom waktu” yang menyimpan energi potensial sangat besar. Gas dikompresi hingga tekanan 150-200 Bar (2.000-3.000 Psi) di dalam tabung. Jika katup tabung patah akibat terjatuh, tabung tersebut akan melesat seperti rudal yang mampu menembus dinding beton. Oleh karena itu, penurunan tekanan melalui regulator dan pendistribusian melalui pipa tembaga yang tepat sangat krusial.

Baca Juga: Spesifikasi Pipa Tembaga ASTM B819: Mengapa Wajib untuk Gas Medis? ➔

Bedah Detail: Karakteristik 7 Jenis Gas Medis

Mengacu pada Permenkes No. 4 Tahun 2016 dan standar ISO, berikut adalah profil teknis dari 7 gas utama di rumah sakit. Kesalahan identifikasi kode warna gas medis adalah pelanggaran berat terhadap keselamatan pasien.

sentral gas medis
sentral dan jenis gas medis

1. Oxygen (Oksigen)

  • Rumus Kimia: O2​
  • Fungsi Klinis: Life Support. Digunakan untuk terapi hipoksia (kekurangan oksigen) dan resusitasi.
  • Sifat Fisika/Kimia: Tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa. Merupakan Oksidator Kuat. Bereaksi hebat dengan oli/lemak.
  • Tekanan Distribusi Standar: 4 – 5 Bar (50 – 60 Psi) di outlet dinding.
  • Kode Warna:
    • Indonesia (Permenkes): Putih.
    • USA (NFPA): Hijau.
    • Catatan K3: Pastikan staf Anda tidak bingung antara standar tabung lokal (Putih) dan tabung impor (Hijau).

2. Nitrous Oxide (N2O)

  • Rumus Kimia: N2​O
  • Fungsi Klinis: Agen anestesi (bius) dan analgesik (pereda nyeri). Dikenal sebagai “Gas Tertawa”.
  • Sifat Fisika/Kimia: Berbau sedikit manis. Memiliki efek narkotik/membius. Sama seperti Oksigen, N2O adalah Oksidator yang mendukung pembakaran. Jika terhirup dalam konsentrasi tinggi tanpa O2, bisa menyebabkan asphyxia (kematian akibat kurang oksigen).
  • Tekanan Distribusi Standar: 4 – 5 Bar (50 – 60 Psi).
  • Kode Warna: Biru (Standar Global & Permenkes).

3. Medical Compressed Air (Udara Tekan Medis/MA)

  • Rumus Kimia: Campuran N2​ (79%) + O2​ (21%)
  • Fungsi Klinis: Menggerakkan ventilator (alat bantu napas) dan pencampur oksigen untuk anestesi.
  • Sifat Fisika/Kimia: Ini BUKAN udara biasa dari kompresor bengkel. Medical Air harus bebas partikel, bebas air (dew point rendah), dan bebas oli (oil-free).
  • Tekanan Distribusi Standar: 4 – 5 Bar (50 – 60 Psi).
  • Kode Warna:
    • Permenkes/ISO: Hitam dan Putih (Body Hitam, Leher Putih).
    • Lapangan: Sering ditemukan warna Kuning atau Hijau pada instalasi lama, namun standar terbaru mewajibkan pembedaan jelas.

4. Medical Vacuum (Vakum Medis/VAC)

  • Rumus Kimia: – (Tekanan Negatif / Suction)
  • Fungsi Klinis: Menghisap cairan tubuh (darah, lendir, nanah) saat operasi atau pembersihan jalan napas.
  • Sifat Fisika/Kimia: Sistem ini menghisap udara ruangan. Bahaya biologis (Biohazard) tinggi pada tangki penampungan karena berisi bakteri/virus dari pasien.
  • Tekanan Distribusi Standar: -0.6 Bar (Minimal 450 mmHg vakum).
  • Kode Warna: Kuning.

5. Carbon Dioxide (Karbon Dioksida/CO2)

  • Rumus Kimia: CO2​
  • Fungsi Klinis: Digunakan untuk insuflasi (menggembungkan) rongga perut pada bedah laparoskopi dan keperluan laboratorium IVF.
  • Sifat Fisika/Kimia: Tidak berwarna, berbau sedikit tajam. Berat jenis lebih berat dari udara. Bersifat Asphyxiant(bisa menyebabkan mati lemas jika bocor di ruangan tertutup karena menggeser oksigen).
  • Tekanan Distribusi Standar: 4 – 5 Bar (50 – 60 Psi).
  • Kode Warna: Abu-abu.
  • Carbon dioxide biasa nya sering terjadi pembekuan pada tabung. terkadang diperlukan heater atau penghangat pada pipa gas agar dapat terus di alirkan ke ruangan operasi

7. Medical Tool Air (Udara Tekan Tool air /TA)

  • Rumus Kimia: Campuran N2​ (79%) + O2​ (21%)
  • Fungsi Klinis: Menggerakkan mesin dokter pada saat diruangan operasi
  • Sifat Fisika/Kimia: Ini BUKAN udara biasa. Tool Air harus bebas partikel, bebas air (dew point rendah), dan bebas oli (oil-free).
  • Tekanan Distribusi Standar: 7 – 10 Bar  (100 – 150 Psi).
  • Kode Warna:
    • Permenkes/ISO: Hitam dan Putih (Biru Muda).

7. Nitrogen (Nitrogen Medis)

  • Rumus Kimia: N2​
  • Fungsi Klinis: Tenaga pendorong (Driving Gas) untuk alat bedah pneumatik (bor tulang, gergaji, cutter) di ruang operasi (OK).
  • Sifat Fisika/Kimia: Gas inert (tidak bereaksi), sangat kering, dan sangat dingin jika cair (Cryogenic). Bersifat Asphyxiant.
  • Tekanan Distribusi Standar:7 – 10 Bar (100 – 150 Psi).
    • Peringatan K3: Tekanan Nitrogen hampir 2x lipat tekanan Oksigen. Salah colok alat Oksigen ke outlet Nitrogen bisa menyebabkan alat meledak di tangan dokter.
  • Kode Warna: Hitam.

8. WAGD / AGSS (Pembuangan Gas Anestesi)

  • Rumus Kimia: – (Sistem Buang)
  • Fungsi Klinis: Menyedot sisa gas bius (N2O/Sevoflurane) yang dihembuskan pasien di ruang OK agar tidak terhirup oleh tim dokter.
  • Sifat Fisika/Kimia: Tekanan negatif, namun alirannya tinggi (High Flow, Low Vacuum).
  • Kode Warna: Ungu (Magenta).

Penting untuk K3RS: Pastikan sistem alarm Anda berfungsi untuk memantau tekanan-tekanan di atas. Baca Selengkapnya:Cara Membaca Panel Alarm Gas Medis Digital ➔

⚠️ PERINGATAN KERAS: Bahaya Reaksi Oli & Oksigen

Sebagai konsultan, saya wajib menekankan poin ini dalam kotak peringatan khusus. Ini adalah penyebab kecelakaan kerja paling mengerikan di instalasi gas medis.

“DILARANG MENGGUNAKAN OLI/MINYAK PADA GAS MEDIS!”

Mengapa? Terjadi reaksi kimia yang disebut Adiabatic Compression Ignition. Ketika oksigen bertekanan tinggi dibuka dengan cepat dan menghantam celah sempit (seperti regulator atau valve) yang mengandung residu hidrokarbon (oli, gemuk, minyak, bahkan daki tangan), suhu akan melonjak drastis hingga 700°C+ dalam hitungan milidetik.

Hasilnya: Ledakan spontan (Spontaneous Combustion) tanpa perlu adanya api pemantik. Logam regulator bisa meleleh dan meledak seperti granat.

SOP Nodemedic:

  1. Semua Pipa Tembaga Wajib ASTM B819 Type L yang sudah di-degreasing (dicuci dari oli pabrik).
  2. Teknisi dilarang menyentuh komponen oksigen dengan tangan berminyak.

Dilarang menggunakan seal tape ledeng biasa (gunakan seal tape khusus oksigen/bebas minyak)

Tabel Rangkuman: Standar Jenis Gas Medis Indonesia

Berikut adalah ringkasan teknis untuk mempermudah identifikasi di lapangan (Simpan tabel ini untuk tim K3RS Anda).

Jenis GasRumusKode Warna (Permenkes)Tekanan Standar (Distribusi)Sifat Utama
OksigenO2​Putih4 – 5 BarOksidator Kuat (Pemicu Api)
Nitrous OxideN2​OBiru4 – 5 BarOksidator, Anestetik
Medical AirAirHitam-Putih4 – 5 BarLife Support, Bebas Oli
Tool Air AirBiru Muda7 – 10 BarLife Support, Tekanan Tinggi 
Medical VacuumVacKuning-0.6 Bar (Negatif)Biohazard, Suction
NitrogenN2​Hitam7 – 10 BarInert, Tekanan Tinggi
Karbon DioksidaCO2​Abu-abu4 – 5 BarAsphyxiant (Lemas)
AGSS / WAGDUnguNegatif (High Flow)Pembuangan Limbah Bius

Cek Kepatuhan Regulasi: Apakah instalasi RS Anda sudah sesuai UU No. 44/2009? Baca Detail: Kewajiban Prasarana Gas Medis Sesuai UU dan Permenkes ➔

Kesimpulan: Keselamatan Dimulai dari Identifikasi yang Benar

Memahami sifat kimia gas medis dan kode warna gas medis bukanlah sekadar hafalan teori, melainkan prosedur keselamatan kerja (K3) yang wajib mendarah daging. Satu kesalahan identifikasi tabung atau satu kelalaian membersihkan oli pada pipa oksigen dapat menghancurkan reputasi rumah sakit dan menghilangkan nyawa.

Jangan biarkan infrastruktur vital ini dikerjakan oleh tangan yang tidak mengerti bahaya kimianya.

Apakah sistem gas medis di Rumah Sakit Anda sudah memenuhi standar kode warna Permenkes dan bebas dari residu oli?

Tim ahli Nodemedic siap melakukan Audit Keselamatan dan pengecekan kemurnian gas di fasilitas Anda. Kami memastikan setiap Bar tekanan yang mengalir adalah jaminan keselamatan, bukan ancaman.

HUBUNGI KAMI UNTUK AUDIT SISTEM GAS MEDIS ➔

Telp : +62 81214880612
WA : 081214880612
Web : https://nodemedic.com

Bagikan Artikel