Oleh: Senior Combustion Engineer & Fire Safety Specialist NodeMedic
Tahukah Anda seberapa cepat api merambat di dalam pipa gas?
Dalam kondisi tertentu, nyala api (flame front) dari gas Hidrogen atau Asetilen yang mengalami flashback (api balik) dapat merambat dengan kecepatan supersonik (lebih cepat dari kecepatan suara). Kita berbicara tentang kecepatan ribuan meter per detik—lebih cepat dari peluru pistol.
Jika terjadi insiden api balik di meja lab atau bengkel fabrikasi, tangan manusia tidak akan pernah sempat memutar kran untuk menutup aliran gas. Tanpa perlindungan yang tepat, api tersebut akan melesat masuk ke selang, menembus regulator, dan meledakkan tabung gas utama hanya dalam sekejap mata.
Dalam hierarki keamanan sistem gas sentral, Flashback Arrestor (FBA) adalah pertahanan terakhir sebelum api mencapai tabung induk.
[BACA JUGA: Panduan Lengkap Sistem Gas Sentral Laboratorium: A-Z Desain & Instalasi]
Artikel ini akan menjelaskan secara teknis mengapa flashback arrestor gas adalah komponen wajib mati, dan mengapa mengandalkan Check Valve biasa adalah tindakan bunuh diri.

Apa itu Flashback vs Backflow?
Banyak teknisi (dan bahkan safety officer) yang masih bingung membedakan antara Aliran Balik (Backflow)dan Api Balik (Flashback). Akibatnya, mereka merasa cukup aman hanya dengan memasang Check Valve(Katup Satu Arah) seharga puluhan ribu rupiah.
- Backflow (Aliran Balik):
Terjadi ketika tekanan di sistem lebih tinggi daripada tekanan suplai tabung. Gas mengalir mundur.- Solusi: Check Valve cukup untuk mencegah ini.
- Flashback (Api Balik):
Terjadi ketika kecepatan pembakaran campuran gas lebih tinggi daripada kecepatan aliran gas keluar. Nyala api “berjalan mundur” masuk ke dalam alat.- Solusi: HANYA Flashback Arrestor yang bisa menghentikan ini.
Peringatan Keras:
Check Valve biasa menggunakan seal karet atau plastik. Jika terkena Flashback, api bersuhu 2.000°C akan melelehkan komponen tersebut dalam hitungan milidetik. Api akan tembus seolah tidak ada penghalang.
Cara Kerja Flashback Arrestor: Anatomi Sang Penyelamat
Bagaimana alat kecil seukuran genggaman tangan bisa menghentikan ledakan supersonik?
Flashback Arrestor standar internasional (ISO 5175) memiliki tiga mekanisme pertahanan berlapis di dalamnya:
1. Filter Logam Berpori (Sintered Metal Flame Arrestor)
Ini adalah komponen paling vital. Bayangkan sebuah “Tembok Api” yang terbuat dari serbuk stainless steel yang dipadatkan (sintered) hingga membentuk filter mikroskopis.
- Cara Kerja: Saat api mencoba menerobos filter ini, panas dari api akan diserap habis oleh luas permukaan logam yang sangat rapat. Energi panas hilang, suhu turun di bawah titik nyala, dan api pun padam seketika.
2. Non-Return Valve (Check Valve)
Berfungsi mencegah gas mengalir balik (backflow) sebelum api sempat terjadi. Ini adalah pertahanan lapis pertama.
3. Thermal Cut-Off Valve
Ini adalah “sekering” terakhir. Jika terjadi api yang tertahan di dalam FBA menyebabkan suhu alat naik drastis, sebuah sumbat polimer khusus di dalamnya akan meleleh.
- Hasilnya: Lelehan tersebut akan menyumbat total jalur gas secara permanen. Aliran gas mati total, mencegah suplai bahan bakar tambahan ke titik api.
Mengapa Wajib untuk Hidrogen & Asetilen?
Meskipun LPG juga mudah terbakar, safety gas hidrogen dan Asetilen menuntut kewaspadaan ekstra karena karakteristik kimianya:
- Hidrogen (Untuk GC):
Gas paling ringan di alam semesta dengan rentang ledakan (Flammability Range) yang sangat lebar (4% – 75% di udara). Apinya hampir tidak terlihat mata telanjang. Tanpa FBA, risiko ledakan pada instrumen Gas Chromatography sangat tinggi. - Asetilen (Untuk AAS):
Gas ini sangat tidak stabil. Pada tekanan di atas 15 PSI (1 Bar), Asetilen bisa terurai (decompose) secara eksplosif bahkan tanpa oksigen.
FBA adalah komponen wajib untuk instrumen AAS yang menggunakan nyala api terbuka, terutama untuk melindungi dari reaksi dekomposisi asetilen yang mematikan.
[BACA JUGA: Bahaya Fatal Pipa Tembaga pada Instalasi Gas Asetilen untuk AAS]
Posisi Pemasangan (Best Practice)
Dimana FBA harus dipasang? Ada dua mahzab, namun NodeMedic menyarankan kombinasi keduanya untuk keamanan maksimal:
- Regulator Mount (Di Pangkal):
Dipasang langsung di output regulator tabung/manifold.- Fungsi: Melindungi Tabung Gas/Manifold agar tidak meledak jika api merambat lewat selang.
- Torch/Point of Use Mount (Di Ujung):
Dipasang di dekat burner atau inlet instrumen.- Fungsi: Melindungi selang karet agar tidak meledak di dekat operator/analis.
Dalam sistem keamanan modern, kita menerapkan prinsip Redundancy (Lapis Ganda). FBA memadamkan api secara fisik (Pasif Safety), sementara Gas Detector menutup aliran saat ada bocor (Active Safety). Keduanya harus ada.
BACA JUGA: Sistem Keamanan Gas Laboratorium
Kesimpulan & Maintenance
Flashback Arrestor adalah safety device tabung gas yang sering terlupakan karena bentuknya kecil. Namun, ia adalah satu-satunya benda yang berdiri di antara nyala api dan tabung gas bertekanan tinggi di gudang Anda.
Tips Maintenance:
- FBA bukanlah alat abadi. Debu dan kotoran bisa menyumbat pori-pori sintered metal.
- Lakukan uji aliran (Flow Test) setahun sekali.
- Ganti Unit FBA setiap 3-5 tahun, atau SEGERA GANTI jika pernah terjadi insiden flashback (karena thermal cut-off mungkin sudah meleleh).
Apakah jalur gas Hidrogen dan Asetilen Anda sudah terlindungi Flashback Arrestor standar ISO?
Jangan ambil risiko dengan nyawa tim laboratorium Anda.
[INSPEKSI SAFETY & PEMASANGAN FBA: Jasa Instalasi Gas Laboratorium Sentral: Standar UHP & Safety]
Telp : +62 81214880612
WA : 081214880612
Web : https://nodemedic.com














