Visual Management dalam K3RS
Dalam situasi gawat darurat di rumah sakit, kebisingan seringkali menjadi musuh utama. Suara alarm yang bersahut-sahutan bisa memicu kepanikan jika tidak disertai dengan Visual Management yang jelas.
Bayangkan skenario ini: Alarm Code Blue berbunyi keras di Nurse Station, namun perawat bingung harus lari ke kamar nomor berapa karena tidak ada indikator lampu yang menyala di depan pintu. Keterlambatan sekian detik ini bisa berakibat fatal bagi nyawa pasien.
Oleh karena itu, pemasangan Corridor Light (Lampu Koridor) atau sering disebut Door Lamp bukan sekadar aksesoris estetika. Dalam standar K3RS (Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit) dan akreditasi JCI, lampu koridor adalah syarat wajib Patient Safety untuk memastikan respon medis yang cepat dan akurat.
Artikel ini akan membahas standar pemasangan lampu koridor NodeMedic YHE-M730 agar instalasi Anda memenuhi standar keselamatan internasional.
BACA JUGA : Panduan Nurse Call Sistem Rumah Sakit Lengkap: Jenis, Harga, dan Standar Akreditasi

Standar Arti Warna Lampu (SOP Rumah Sakit)
Lampu koridor NodeMedic seri YHE-M730 dilengkapi dengan teknologi LED 3 Warna. Setiap warna memiliki arti spesifik yang harus dipahami oleh seluruh staf medis dan teknisi instalatur.
Berikut adalah kode warna standar SOP Rumah Sakit:
- 🔴 MERAH (RED): Panggilan Pasien
- Nyala Diam (Solid): Panggilan normal dari Bedside Terminal (Pasien butuh bantuan standar, misal infus habis).
- Nyala Kedip-Kedip (Flashing): Panggilan prioritas tinggi, biasanya dari Toilet Call (Emergency Pull Cord). Ini menandakan urgensi lebih tinggi karena risiko pasien jatuh di kamar mandi.
- 🟢 HIJAU (GREEN): Perawat Hadir (Nurse Presence)
- Lampu ini menyala ketika perawat masuk ke kamar dan menekan tombol “Presence/Cancel” di Bedside Terminal.
- Fungsi: Memberitahu kepala ruangan atau dokter bahwa “Pasien di kamar ini sedang ditangani oleh perawat”.
- 🔵 BIRU (BLUE): Code Blue (Gawat Darurat Medis)
- Lampu biru akan berkedip cepat disertai alarm suara khusus.
- Arti: Henti jantung atau gagal napas. Tim Code Blue harus segera meluncur ke kamar tersebut.
Pelajari Lebih Lanjut: Mengapa lampu biru sangat krusial? Baca detailnya di Fitur Code Blue Nurse Call: Kunci Respon Cepat
Panduan Posisi Pemasangan (Installation Best Practice)
Kesalahan umum kontraktor adalah memasang lampu koridor terlalu rendah atau tersembunyi di balik pilar. Ingat, tujuan utama lampu ini adalah VISIBILITAS.
Berikut adalah aturan pemasangan fisik yang ideal:
A. Ketinggian (Height)
- Posisi: Wajib dipasang di dinding luar, tepat di atas kusen pintu (Door Frame) kamar rawat inap.
- Jarak Lantai: Minimal 2 meter dari lantai agar tidak tertutup kepala orang yang lalu lalang.
- Jarak Plafon: Beri jarak minimal 30 cm dari plafon (ceiling). Jangan mepet plafon agar pendaran cahaya (glow) bisa memantul ke dinding dan langit-langit, membuatnya lebih mudah terlihat dari jauh.
B. Jarak Pandang (Line of Sight)
- Pastikan lampu koridor terlihat jelas dari meja Nurse Station.
- Jangan memasang lampu di sisi dinding yang terhalang oleh pilar beton atau lemari hydrant.
C. Mengatasi Blind Spot (Lorong L atau U)
Bagaimana jika bentuk lorong RS berbelok (huruf L atau U) sehingga lampu koridor tidak terlihat dari meja jaga?
- Solusi 1: Gunakan Dot Matrix Display (Layar Gantung Double Sided) di persimpangan lorong.
- Solusi 2: Pasang Cermin Cembung (Convex Mirror) di sudut lorong untuk memantulkan cahaya lampu.
Teknik Wiring & Koneksi (NodeMedic Specific)
Bagi para teknisi, perhatikan skema pengkabelan ini. Berbeda dengan Bedside Terminal yang aktif, Corridor Light YHE-M730 adalah komponen pasif.
Artinya: Lampu Koridor TIDAK disambung langsung ke Master Host.
[Image: Diagram connecting Bedside Terminal Output -> Corridor Light Input]
Instruksi Wiring:
- Topologi: Master Host -> Kabel BUS Utama -> Bedside Terminal -> Corridor Light.
- Kabel: Gunakan kabel serabut 4 core (RVV4 x 0.5mm) dari Bedside Terminal menuju Lampu di atas pintu.
- Port: Cari port bertuliskan “LAMP” atau “DOOR” di bagian belakang PCB Bedside Terminal.
- Urutan Warna (Pin Mapping):
Biasanya terdiri dari:- VCC/COM: Power Positif (+).
- R: Sinyal Merah.
- G: Sinyal Hijau.
- B: Sinyal Biru.
- GND: Ground/Negatif.
Peringatan Teknis: Jangan sampai kabel sinyal R tertukar dengan G. Hal ini akan menyebabkan lampu menyala Hijau saat pasien memanggil (yang seharusnya Merah), membuat bingung perawat.
Referensi Skema: Lihat diagram lengkapnya di Panduan Wiring Diagram Nurse Call YHE-916S
Troubleshooting Sederhana
Jika Anda sudah memasang namun lampu tidak menyala, lakukan pengecekan berikut:
Masalah: Tombol Bedside ditekan, suara di Host bunyi, tapi Lampu Koridor mati.
- Cek 1 (Konektor): Buka cover lampu. Pastikan soket kabel menancap kuat dan tidak ada kabel serabut yang saling bersentuhan (short).
- Cek 2 (Output Bedside): Gunakan Multitester pada port output di Bedside Terminal. Saat tombol ditekan, harus ada tegangan (Voltage) keluar menuju jalur lampu. Jika tidak ada tegangan, kemungkinan Bedside Terminal yang bermasalah.
- Cek 3 (ID Kamar): Pada sistem addressable, pastikan lampu koridor tersebut (jika tipe digital) sudah memiliki ID yang sama dengan kamar. Namun untuk YHE-M730 (tipe analog trigger), biasanya murni masalah kabel.
Kesimpulan: Kepatuhan pada Standar Menyelamatkan Nyawa
Memasang Corridor Light bukan sekadar pekerjaan instalasi listrik. Ini adalah pekerjaan instalasi keselamatan. Posisi yang tepat, warna yang akurat, dan koneksi yang stabil akan sangat membantu tenaga medis bekerja lebih efisien.
Pastikan RS Anda mematuhi standar K3RS ini dengan menggunakan perangkat NodeMedic yang sudah teruji.
Butuh Bantuan Penentuan Titik Lampu?
Jangan biarkan ada Blind Spot di rumah sakit Anda. Tim teknis NodeMedic siap membantu melakukan Mapping Titik Instalasi agar seluruh kamar terpantau sempurna dari Nurse Station.
Konsultasi Gratis via WhatsApp
(Kirim denah RS Anda, kami bantu plotting titik lampu koridor)
Telp : +62 81214880612
WA : 081214880612
Web : https://nodemedic.com
| Area Cakupan Instalasi Nurse Call NodeMedic | |||
|---|---|---|---|
| Aceh & Sumut | Riau & Kepri | Sumbar & Jambi | Sumsel & Lampung |
| Banten & Jakarta | Jawa Barat | Jawa Tengah & DIY | Jawa Timur |
| Bali & NTB/NTT | Kalimantan | Sulawesi | Papua & Maluku |














