Panduan Pengadaan Alkes: Beli Putus atau KSO untuk Sistem Pneumatic Tube?

Tabel Pembahasan

Bagi Direktur Keuangan dan Komite Pengadaan Rumah Sakit, menyeimbangkan antara kebutuhan inovasi medis dan kesehatan arus kas (cashflow) adalah seni tersendiri.

Di satu sisi, Direktur Medis menuntut modernisasi. Sistem manual dianggap lambat, berisiko tinggi, dan tidak efisien. Mereka membutuhkan Pneumatic Tube System (PTS)—infrastruktur logistik yang kini menjadi standar wajib bagi rumah sakit Tipe B dan A untuk mempercepat Turnaround Time (TAT) layanan.

Di sisi lain, Anda sebagai penjaga gawang finansial melihat angka investasi awal (CAPEX) yang tidak sedikit. Pertanyaan strategis pun muncul: “Apakah kita harus membeli sistem ini secara tunai (Beli Putus) atau mencari skema alternatif seperti Kerja Sama Operasional (KSO)?”

Artikel ini bukan brosur jualan. Sebagai mitra teknologi kesehatan, Nodemedic menempatkan diri sebagai konsultan Anda untuk membedah untung-rugi dari kedua model bisnis ini agar Anda dapat mengambil keputusan pengadaan alkes RS yang paling bijak.

BACA JUGA : Panduan Lengkap Pneumatic Tube System: Solusi Logistik Rumah Sakit Modern & Efisiensi Biaya

Panduan Pengadaan Alkes

Definisi & KonteKS: CAPEX vs OPEX dalam Alkes

Sebelum masuk ke perbandingan teknis, mari kita samakan persepsi mengenai dua pos anggaran utama dalam akuntansi rumah sakit:

1. Beli Putus = CAPEX (Capital Expenditure)

Dalam skema ini, rumah sakit mengeluarkan dana besar di awal untuk membeli sistem Nodemedic secara penuh. Transaksi ini dicatat sebagai Belanja Modal.

  • Status Aset: Sistem pipa dan mesin menjadi aset tetap rumah sakit sejak Hari-1.
  • Akuntansi: Nilai aset mengalami penyusutan (depresiasi) setiap tahun dalam laporan neraca.

2. KSO / Sewa Kelola = OPEX (Operational Expenditure)

Skema ini mengubah investasi menjadi biaya operasional bulanan. Rumah sakit tidak “membeli” alat, melainkan “membayar layanan” penggunaan alat.

  • Status Aset: Aset tetap milik vendor (atau pihak ketiga) selama masa kontrak.

Akuntansi: Pembayaran dicatat sebagai biaya operasional bulanan (expense), sama seperti membayar tagihan listrik atau gaji karyawan

Opsi A: Beli Putus (Outright Purchase)

Metode Tradisional untuk Rumah Sakit dengan Likuiditas Kuat.

Skema Beli Putus adalah metode paling lurus. Anda membayar, kami pasang, barang jadi milik Anda. Namun, apakah ini yang terbaik?

Kelebihan Beli Putus:

  1. Total Cost of Ownership (TCO) Lebih Rendah: Jika dihitung dalam jangka panjang (misal: 10 tahun), membeli tunai jauh lebih murah dibandingkan total cicilan KSO. Anda tidak membayar “bunga” atau margin risiko vendor.
  2. Meningkatkan Valuasi Aset RS: Memiliki infrastruktur canggih seperti PTS di dalam neraca aset akan meningkatkan nilai valuasi rumah sakit, yang berguna jika Anda berencana mencari pinjaman bank atau investor di masa depan.
  3. Kebebasan Penuh: Sebagai pemilik aset, Anda bebas memodifikasi, memindahkan, atau memilih vendor maintenance pihak ketiga setelah masa garansi habis.

Kekurangan Beli Putus:

  1. Beban Cashflow Besar di Awal: Mengeluarkan miliaran rupiah sekaligus bisa mengganggu likuiditas operasional, terutama jika RS sedang butuh dana untuk stok obat atau gaji.
  2. Risiko Obsolescence (Keusangan): Risiko teknologi menjadi tanggung jawab pemilik.
  3. Biaya Maintenance Terpisah: Setelah masa garansi (biasanya 1 tahun) habis, RS harus menganggarkan biaya kontrak servis tahunan secara terpisah.

Cocok Untuk: RS Pemerintah (BLUD) dengan anggaran DIPA/APBD yang jelas, atau RS Swasta mapan dengan cadangan kas (reserves) yang tebal.

Opsi B: Skema KSO / Sewa Kelola

Solusi Modern untuk Menjaga Arus Kas.

Dalam dunia KSO alat kesehatan seperti CT-Scan atau MRI, biasanya menggunakan sistem bagi hasil pendapatan. Namun, karena PTS adalah alat efisiensi (bukan penghasil pendapatan langsung), skemanya biasanya berupa Sewa Kelola Tetap atau Leasing.

Kelebihan KSO:

  1. Low Initial Investment: Tidak perlu uang muka besar. RS bisa langsung menikmati teknologi canggih tanpa mengganggu pos belanja modal.
  2. Predictable Cost: Biaya bulanan tetap (flat), memudahkan perencanaan anggaran tahunan.
  3. Bebas Pusing (Hassle-Free Maintenance): Biasanya skema KSO sudah bundling dengan layanan Full Maintenance dan Sparepart. Jika alat rusak, itu tanggung jawab vendor, bukan beban biaya tambahan bagi RS.
  4. Tax Benefit: Biaya sewa bulanan adalah biaya operasional yang mengurangi pendapatan kena pajak (Pajak Badan).

Kekurangan KSO:

  1. Total Biaya Lebih Tinggi: Karena vendor menanggung risiko modal dan maintenance, total biaya yang dibayarkan RS selama 5 tahun pasti lebih tinggi dibanding harga beli tunai.
  2. Kepemilikan Aset: Aset baru menjadi milik RS (hibah) biasanya setelah kontrak selesai (misal: setelah 5 tahun).
  3. Keterikatan Kontrak: RS terikat kontrak jangka panjang dan tidak bisa sembarangan mengganti vendor di tengah jalan.

Cocok Untuk: RS Swasta yang sedang ekspansi agresif (buka cabang baru), RS yang memprioritaskan kas untuk operasional, atau RS yang tidak ingin repot dengan urusan teknis maintenance.

Tabel Perbandingan Strategis

Berikut ringkasan perbandingan untuk dibawa ke rapat direksi:

FiturBeli Putus (CAPEX)KSO / Sewa Kelola (OPEX)
Investasi AwalTinggi (100% Harga Alat)Rendah / Nol
Arus KasBeban berat di Tahun-1Beban ringan & merata bulanan
Total Biaya (5 Thn)Lebih Rendah (Hemat)Lebih Tinggi (Premium)
Kepemilikan AsetMilik RS sejak awalMilik Vendor (selama kontrak)
MaintenanceGaransi 1 Thn, selanjutnya kontrak terpisahAll-in (termasuk dalam cicilan)
Pos AkuntansiNeraca (Aset & Depresiasi)Laba Rugi (Biaya Operasional)

BACA JUGA : Hitung Hematnya: ROI Instalasi Pneumatic Tube System vs Tenaga Kurir Manual

Rekomendasi Nodemedic: Kapan Harus Memilih?

Sebagai mitra investasi alat medis Anda, Nodemedic tidak memaksakan satu metode. Kami menyarankan pendekatan berikut berdasarkan “Kesehatan Finansial” RS Anda:

Pilih BELI PUTUS Jika:

  • Rumah sakit Anda memiliki Cash Ratio yang sangat sehat.
  • Anda memiliki tim IPSRS (Teknisi) yang kompeten dan mampu melakukan maintenance dasar secara mandiri.
  • Tujuan utama Anda adalah efisiensi anggaran jangka panjang (Long-term Savings).

Pilih KSO / SEWA KELOLA Jika:

  • Anda sedang dalam fase pertumbuhan (Growth Stage) di mana uang tunai lebih baik diputar untuk marketing atau rekrutmen dokter spesialis.
  • Anda menginginkan jaminan Uptime alat 99% tanpa mau pusing memikirkan biaya sparepart mendadak.
  • Anda lebih nyaman dengan biaya tetap bulanan daripada kejutan biaya perbaikan besar.

Kesimpulan: Keputusan Ada di Tangan Anda

Tidak ada jawaban yang salah antara Beli Putus atau KSO. Yang ada hanyalah keputusan yang paling sesuai dengan kondisi balance sheet rumah sakit Anda saat ini.

Nodemedic memahami dinamika ini. Oleh karena itu, kami fleksibel dalam menawarkan skema pengadaan. Kami siap melayani pembelian tunai dengan harga kompetitif, maupun mendiskusikan skema pembayaran bertahap atau kerja sama yang saling menguntungkan.

Tujuan kami sama dengan Anda: Memastikan rumah sakit Anda memiliki sistem logistik terbaik untuk melayani pasien, tanpa mencederai kesehatan finansial institusi.

Ingin Diskusi Skema Investasi?

Jangan biarkan kebingungan metode pembayaran menunda modernisasi RS Anda. Hubungi tim konsultan bisnis kami untuk mendapatkan simulasi penawaran harga (RAB) baik untuk skema Cash maupun Opsi Pembiayaan lainnya.

Hubungi Tim Bisnis Nodemedic

Untuk memahami spesifikasi teknis aset yang akan Anda beli, pelajari detail produk kami di artikel pilar:

Telp : +62 81214880612
WA: 08132005235
WA: 081214880612
Web : https://nodemedic.com

Bagikan Artikel

Artikel Lainnya
Solusi Gas Habis Saat Masak: Mengenal Sistem "Automatic Changeover" Regulator
Solusi continuous cooking dapur komersial: Penerapan automatic changeover regulator (ACO) untuk memindahkan aliran gas otomatis tanpa mematikan api kompor saat tabung habis.
Solusi Gas Habis Saat Masak: Mengenal Sistem "Automatic Changeover" Regulator
Oleh: Senior Kitchen Utility Specialist & Professional Chef Consultant NodeMedic Ada satu skenario...
Read More
Vitalitas Oksigen Medis Rumah Sakit: Infrastruktur Aman Cegah Risiko Ledakan
Tabung Oksigen
Vitalitas Oksigen Medis Rumah Sakit: Infrastruktur Aman Cegah Risiko Ledakan
Oleh: Senior Hospital Safety & Infrastructure Consultant – NodeMedic Pasca-pandemi COVID-19, kata...
Read More
Fungsi Flashback Arrestor pada Instalasi Gas Hidrogen dan Asetilen: Tameng Terakhir Anti-Ledakan
tameng anti ledakan
Fungsi Flashback Arrestor pada Instalasi Gas Hidrogen dan Asetilen: Tameng Terakhir Anti-Ledakan
Oleh: Senior Combustion Engineer & Fire Safety Specialist NodeMedic Tahukah Anda seberapa cepat...
Read More
Kewajiban Prasarana Gas Medis Sesuai Undang Undang No. 44/2009 & Permenkes No. 4/2016
standar instalasi gas medis
Kewajiban Prasarana Gas Medis Sesuai Undang Undang No. 44/2009 & Permenkes No. 4/2016
Oleh: Konsultan Akreditasi & Legal Nodemedic Kategori: Regulasi & Hukum Kesehatan | Updated:...
Read More
Desain Gas House yang Aman: Ventilasi, Jarak Aman, dan SOP Penyimpanan Tabung
Desain arsitektur gas house standar NFPA 58 dengan konstruksi ventilasi bawah louver, atap ringan rangka baja, dan lantai kerja anti-spark untuk penyimpanan tabung LPG aman.
Desain Gas House yang Aman: Ventilasi, Jarak Aman, dan SOP Penyimpanan Tabung
Oleh: Senior Civil Engineer & HSE Specialist NodeMedic Dalam dunia konstruksi utilitas, Gas House...
Read More
Tubing Gas Laboratorium: Mengapa Wajib Stainless Steel 316L (Bukan Tembaga)?
perbandingan tubin menggunakan stainles dan tembaga
Tubing Gas Laboratorium: Mengapa Wajib Stainless Steel 316L (Bukan Tembaga)?
Oleh: Senior Material Engineer NodeMedic Dalam proyek pembangunan laboratorium baru, seringkali terjadi...
Read More
Instalasi Gas Pada Fasilitas Cyclotron Produksi Radiofarmaka
PHOTO-2024-06-04-08-07-06
Instalasi Gas Pada Fasilitas Cyclotron Produksi Radiofarmaka
Taukah anda mengenai Instalasi Gas Fasilitas Cyclotron ? Pada artikel ini Nodemedic akan memberikan info...
Read More