Ini 10 Kondisi Medis yang Memerlukan Perawatan ICU

Tabel Pembahasan

Kapan Perawatan Intensif di ICU Diperlukan?

Seseorang perlu dirawat di ruang ICU bila mengalami sakit parah dan memerlukan perawatan yang intensif dan pemantauan yang ketat. Orang yang baru menjalani operasi juga mungkin memerlukan perawatan intensif agar cepat pulih. Orang yang mengalami kecelakaan atau penurunan kesehatan secara tiba-tiba dan kritis juga perlu dirawat di ruang ICU. Kebanyakan orang yang dirawat di ruang ICU juga memiliki masalah dengan satu atau lebih organ mereka. Misalnya, mereka mungkin tidak bisa bernapas sendiri.
Ada banyak kondisi dan situasi berbeda yang membuat seseorang perlu dirawat di ICU. Bila ingin menilik lebih jauh, berikut ini beberapa kondisi medis yang memerlukan perawatan intensif:

Sepsis

Infeksi serius seperti sepsis merupakan salah satu alasan umum orang dirawat di ICU. Sepsis adalah kondisi yang disebabkan oleh infeksi yang meluas ke seluruh tubuh dan berkembang menjadi kondisi yang mengancam jiwa. Pada sepsis, respons tubuh terhadap infeksi malah menyebabkan masalah baru, yaitu peradangan luas yang bisa menyebabkan kegagalan organ.
Pasien sepsis memerlukan terapi oksigen high-flow 40-60 L/min via masker non-rebreather. Sistem pipa sentral harus menjamin pasokan O₂ murni tanpa fluktuasi tekanan – syarat mutlak untuk mencegah gagal napas.

Cedera Otak Traumatis

Cedera otak traumatis melibatkan kerusakan sementara atau permanen pada jaringan otak. Biasanya, kondisi tersebut terjadi akibat benturan keras pada kepala atau wajah dan sering dikaitkan dengan perdarahan ke otak dan atau pembengkakan otak. Tergantung pada tingkat keparahan cedera otak traumatis, gejala bisa berkisar dari kebingungan, kehilangan kesadaran, hingga koma.
dengan campuran O₂ dan udara medis (FiO₂ 0.4-0.6). Akurasi aliran gas ±2% menjadi penentu keberhasilan.

Syok

Kondisi serius jangka pendek, seperti syok, juga memerlukan perawatan intensif. Syok adalah melambatnya aliran darah ke organ vital (otak, paru-paru, jantung, ginjal, dan lain-lain). Kondisi ini terjadi ketika tekanan dan aliran darah tidak cukup kuat untuk mensuplai darah ke organ vital.

Stroke

Kondisi serius jangka pendek yang memerlukan perawatan intensif. Stroke adalah kondisi medis yang mengancam jiwa yang terjadi ketika suplai darah ke bagian otak terputus.
Stroke iskemik akut sering memerlukan terapi N₂O untuk neuroproteksi. Sistem harus memiliki outlet khusus biru dengan mekanisme scavenging otomatis pencegahan paparan petugas.

Anuerisma Otak Pecah

Aneurisma adalah pelebaran (penggembungan) dan melemahnya dinding pembuluh darah. Ketika aneurisma di otak pecah, itu menyebabkan pendarahan ke otak yang dikenal sebagai perdarahan subarachnoid.

Trauma

Trauma bisa terjadi karena banyak hal. Sebagian besar trauma disebabkan oleh kecelakaan kendaraan bermotor atau terjatuh. Pada kasus yang lebih jarang, trauma disebabkan oleh serangan yang melibatkan benda tumpul, tusukan oleh benda tajam, atau tembakan.

Perawatan Intensif Pasca Operasi

Beberapa pasien mungkin memerlukan pemantauan di ruang ICU setelah operasi. Hal ini kadang-kadang sudah direncanakan, seperti setelah operasi vaskuler atau jantung besar. Pada kasus lain, perawatan intensif tidak direncanakan sebelumnya, tetapi diperlukan ketika terjadi masalah selama operasi.

Perawatan Intensif berdasarkan Kanker

Pasien dengan kanker terkadang perlu dirawat di ICU. Meskipun hal ini bisa terjadi karena beberapa alasan, tetapi perawatan intensif seringkali diperlukan setelah kemoterapi atau transplantasi sumsum tulang akibat terjadinya perdarahan atau infeksi.

Gagal Jantung

Ada berbagai keadaan darurat yang berhubungan dengan jantung yang bisa menyebabkan seseorang masuk ke ICU. Masalah jantung yang paling umum yang menyebabkan masuk ICU adalah gagal jantung.
Edema paru kardiogenik memerlukan CPAP/BiPAP dengan O₂ 100% bertekanan tinggi (8-12 cmH₂O). Sistem distribusi gas harus mampu menyuplai 15 outlet sekaligus tanpa penurunan tekanan.

Kegagalan Pernafasan

Paru-paru adalah organ vital yang berfungsi untuk membawa oksigen ke dalam aliran darah dan mengeluarkan karbon dioksida. Ketika fungsi dasar ini terganggu, situasi yang mengancam jiwa bisa terjadi.
Ventilasi mekanis untuk ARDS bergantung pada sistem udara medis + O₂ terpresisi (standar ISO 80601-2-84). Fluktuasi 0.5 bar saja dapat merusak alveoli.

Satu indikator tersembunyi: ketika pasien membutuhkan dukungan gas medis 24/7 yang hanya dapat disediakan oleh infrastruktur ICU dengan:

  • Generator oksigen on-site
  • Sistem monitoring tekanan real-time
  • Cadangan gas otomatis
    Inilah mengapa rumah sakit tanpa instalasi gas medis memadai tidak layak menangani kondisi kritis.

Butuh pemasangan instalasi gas medis di rumah sakit Anda? Nodemedic dengan pengalaman kerja sama dengan lebih dari 100 klinik, rumah sakit dan laboratorium siap membantu Anda.ji

Nodemedic menyediakan jasa instalasi gas medis dengan kelebihan gratis konsultasi penyusunan RAB dan juga perencanaan gambar desain instalasi gas medis.

Silakan hubungi kami untuk detail lebih lengkapnya:

Telp : +62 81214880612
WA : 081214880612
Web : https://nodemedic.com

Bagikan Artikel

Artikel Lainnya
Peran Penting Mencegah Pencemaran Lingkungan dalam Pengolahan Air Limbah
Instalasi Pengolahan air limbah Peran Penting Mencegah Pencemaran Lingkungan
Peran Penting Mencegah Pencemaran Lingkungan dalam Pengolahan Air Limbah
Peran Penting Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) memiliki...
Read More
Begini Perbedaan Klinik Pratama dan Klinik Utama
Perbedaan Klinik Pratama dan Klinik Utama
Begini Perbedaan Klinik Pratama dan Klinik Utama
Perbedaan Klinik Pratama dan Klinik Utama Apa perbedaan klinik pratama dan utama itu? Sekilas, keduanya...
Read More
Solusi Gas Habis Saat Masak: Mengenal Sistem "Automatic Changeover" Regulator
Solusi continuous cooking dapur komersial: Penerapan automatic changeover regulator (ACO) untuk memindahkan aliran gas otomatis tanpa mematikan api kompor saat tabung habis.
Solusi Gas Habis Saat Masak: Mengenal Sistem "Automatic Changeover" Regulator
Oleh: Senior Kitchen Utility Specialist & Professional Chef Consultant NodeMedic Ada satu skenario...
Read More
Kapan Harus Menggunakan Tabung Oksigen?
Tabung Oksigen
Kapan Harus Menggunakan Tabung Oksigen?
Pasca pandemic covid-19, masyarakat Indonesia mulai familiar dengan tabung oksigen. Memangnya kapan harus...
Read More
Fungsi Flashback Arrestor pada Instalasi Gas Hidrogen dan Asetilen: Tameng Terakhir Anti-Ledakan
tameng anti ledakan
Fungsi Flashback Arrestor pada Instalasi Gas Hidrogen dan Asetilen: Tameng Terakhir Anti-Ledakan
Oleh: Senior Combustion Engineer & Fire Safety Specialist NodeMedic Tahukah Anda seberapa cepat...
Read More
Kewajiban Prasarana Gas Medis Sesuai Undang Undang No. 44/2009 & Permenkes No. 4/2016
standar instalasi gas medis
Kewajiban Prasarana Gas Medis Sesuai Undang Undang No. 44/2009 & Permenkes No. 4/2016
Oleh: Konsultan Akreditasi & Legal Nodemedic Kategori: Regulasi & Hukum Kesehatan | Updated:...
Read More
Desain Gas House yang Aman: Ventilasi, Jarak Aman, dan SOP Penyimpanan Tabung
Desain arsitektur gas house standar NFPA 58 dengan konstruksi ventilasi bawah louver, atap ringan rangka baja, dan lantai kerja anti-spark untuk penyimpanan tabung LPG aman.
Desain Gas House yang Aman: Ventilasi, Jarak Aman, dan SOP Penyimpanan Tabung
Oleh: Senior Civil Engineer & HSE Specialist NodeMedic Dalam dunia konstruksi utilitas, Gas House...
Read More