Oleh: Senior Metrologist & Quality Control Manager NodeMedic
Seringkali terjadi perdebatan klasik antara Manajer Laboratorium dan Bagian Pengadaan (Purchasing):
- Lab Manager: “Kita butuh Gas Argon Grade 5.0 untuk instrumen ICP.”
- Purchasing: “Pak, supplier A menawarkan Argon Las (Welding Grade) harganya separuh lebih murah. Kan sama-sama Argon?”
Ini adalah kesalahan fatal. Di mata orang awam, semua gas Argon terlihat sama (tidak berwarna, tidak berbau). Namun di mata instrumen analisis seharga miliaran rupiah, perbedaan antara grade gas laboratorium dan gas industri adalah perbedaan antara “Data Valid” dan “Kerusakan Alat”.
Gas di laboratorium adalah Reagen Kimia, bukan sekadar angin.
Desain sistem gas sentral yang higienis bertujuan menjaga kemurnian gas dari tabung hingga ke alat. Namun, sistem pipa terbaik pun tidak bisa menolong jika gas “mentah”-nya sudah kotor dari awal.
[BACA JUGA: Panduan Lengkap Sistem Gas Sentral Laboratorium: A-Z Desain & Instalasi]
Artikel ini akan membedah cara membaca “Kode Rahasia” di balik angka Grade Gas (2.0, 5.0, 6.0) dan menghitung kotorannya secara matematis.

Memecahkan Kode “Titik” (The Dot System)
Dalam spesifikasi gas industri, Anda akan sering melihat angka seperti 4.5, 5.0, atau 6.0. Apa arti angka tersebut?
Rumusnya sangat sederhana:
Angka di depan titik = Jumlah Angka Sembilan (9) dalam persentase kemurnian.
Mari kita terjemahkan:
- Grade 2.0: Ada 2 angka sembilan $\rightarrow$ Kemurnian 99%.
- Grade 4.0: Ada 4 angka sembilan $\rightarrow$ Kemurnian 99.99%.
- Grade 5.0: Ada 5 angka sembilan $\rightarrow$ Kemurnian 99.999%.
- Grade 6.0: Ada 6 angka sembilan $\rightarrow$ Kemurnian 99.9999%.
Semakin banyak angka 9, semakin murni gas tersebut, dan tentu harganya semakin mahal secara eksponensial.
Konversi ke Impurities (Musuh Sebenarnya)
Jangan hanya terpesona dengan angka kemurniannya. Dalam analisis kimia, yang kita khawatirkan bukanlah seberapa banyak Argon yang ada, tapi seberapa banyak “Kotoran” (Impurity) yang tersisa.
Kotoran ini biasanya berupa Oksigen ($O_2$), Uap Air ($H_2O$), Hidrokarbon ($THC$), atau Nitrogen ($N_2$).
Satuan kotoran dihitung dalam PPM (Parts Per Million).
Rumus konversinya:
$$1\% = 10.000 \text{ PPM}$$
Mari kita lihat tabel perbandingan di bawah ini untuk melihat betapa signifikannya perbedaan satu angka desimal:
Tabel Konversi Grade Gas ke PPM Kotoran
| Grade Gas | Kemurnian (%) | Total Kotoran (%) | Total Kotoran (PPM) | Kelas / Aplikasi Umum |
| 2.0 | 99% | 1% | 10.000 PPM | Industrial (Las, Ban, Balon) |
| 4.0 | 99.99% | 0.01% | 100 PPM | High Purity (HP) |
| 5.0 | 99.999% | 0.001% | 10 PPM | Ultra High Purity (UHP) |
| 6.0 | 99.9999% | 0.0001% | 1 PPM | Research / Semiconductor |
Analogi Sederhana:
- 10.000 PPM (Grade 2.0): Seperti ada satu cangkir lumpur di dalam bak mandi air bersih. Sangat kotor untuk standar lab.
- 10 PPM (Grade 5.0): Seperti 10 tetes tinta di dalam tangki air truk tronton.
1 PPM (Grade 6.0): Seperti 1 tetes tinta di dalam kolam renang olimpiade.
Memilih Grade Sesuai Aplikasi

Membeli gas dengan spek terlalu tinggi (Overspec) adalah pemborosan uang. Membeli terlalu rendah (Underspec) adalah perusakan alat. Berikut panduannya:
A. Industrial Grade (2.0 – 3.0)
- Aplikasi: Pengelasan (Welding), pemotongan logam, isi angin ban, balon pesta.
- Larangan: JANGAN PERNAH dipakai untuk instrumen lab (GC/ICP/AAS). Kandungan air dan olinya akan menyumbat filter dan merusak detektor.
B. High Purity / HP (4.0 – 4.5)
- Aplikasi: AAS (Atomic Absorption Spectroscopy) tipe Flame, Purging pipa, atau pemakaian industri presisi.
C. Ultra High Purity / UHP (5.0) – “The Gold Standard”
- Aplikasi: Standar wajib untuk Gas Chromatography (GC) dengan detektor FID/TCD.
- Alasan: Jika Anda menggunakan gas di bawah Grade 5.0 untuk GC, baseline kromatogram akan naik (berisik) dan kolom kapiler akan cepat rusak akibat oksidasi.
Untuk GC standar, Grade 5.0 (99.999%) adalah standar emas. Jika kurang, kolom akan rusak.
[BACA JUGA: Persyaratan Instalasi Gas Carrier untuk Gas Chromatography (GC): Wajib Pakai Trap?]
D. Research Grade / BIP (6.0)
- Aplikasi: ICP-MS (Inductively Coupled Plasma – Mass Spec), GC-MS Trace Analysis, dan Industri Semikonduktor.
- Alasan: Instrumen ini mendeteksi logam hingga level PPT (Parts Per Trillion). Adanya 1 PPM kotoran saja sudah dianggap kontaminasi besar.
Instrumen sensitif seperti ICP-MS menuntut kemurnian ekstrem Grade 6.0 agar tidak ada interferensi spektral.
[BACA JUGA: Kebutuhan Gas Argon UHP untuk Instrumen ICP-MS dan ICP-OES]
Infrastruktur Pendukung (Jangan Sia-siakan Gas Mahal)
Ini adalah poin yang sering dilupakan. Anda sudah membeli gas spesifikasi gas argon uhp Grade 6.0 yang sangat mahal. Namun, gas tersebut dialirkan melalui:
- Selang karet biasa (yang tembus udara/permeabel).
- Pipa tembaga AC yang kotor.
- Regulator industri yang berkarat.
Apa yang terjadi?
Gas Grade 6.0 (1 PPM) akan terkontaminasi di sepanjang perjalanan. Saat sampai di mesin, kualitasnya turun (downgrade) menjadi Grade 4.0 (100 PPM). Uang Anda terbuang percuma.
Untuk menjaga kemurnian gas uhp, Anda WAJIB menggunakan instalasi pipa Stainless Steel 316L dengan koneksi ferrule fitting yang kedap udara.
Kesimpulan & Rekomendasi
Dalam dunia gas laboratorium, Harga berbanding lurus dengan Kemurnian.
Sebagai panduan bagi tim Purchasing:
- Cek manual book alat: Apa Minimum Purity Requirement-nya?
- Minta COA (Certificate of Analysis) dari vendor gas untuk memastikan grade yang dikirim sesuai (bukan sekadar stiker).
- Jangan kompromi. Selisih harga gas tidak sebanding dengan biaya perbaikan detektor GC yang mencapai puluhan juta rupiah.
Sudah pakai gas Grade 5.0 tapi hasil analisa masih jelek?
Mungkin masalahnya bukan di tabung, tapi di instalasi pipa Anda yang mengkontaminasi gas.
[AUDIT KEMURNIAN SISTEM: Jasa Instalasi Gas Laboratorium Sentral: Standar UHP & Safety]
Telp : +62 81214880612
WA : 081214880612
Web : https://nodemedic.com














