Ditulis oleh: Senior Hospital Financial Analyst
Kemana Perginya Anggaran Gas Medis Anda?
Dalam neraca pengeluaran rutin Rumah Sakit, pos “Belanja Gas Medis” seringkali menempati urutan teratas setelah biaya gaji SDM dan obat-obatan. Namun, berbeda dengan obat yang stoknya bisa dihitung fisik secara presisi, oksigen memiliki karakteristik unik yang membuatnya rentan terhadap inefisiensi.
Selama bertahun-tahun, Rumah Sakit terbiasa dengan model konvensional: Membeli Oksigen Cair (Liquid Oxygen) dari vendor pihak ketiga. Tanpa disadari, model ini membebankan biaya logistik dan risiko pasar kepada Rumah Sakit.
Pertanyaan provokatif untuk Bapak/Ibu Direktur Keuangan:
“Apakah Anda membayar untuk Oksigen yang benar-benar dihirup pasien, atau Anda sedang membayar Oksigen yang menguap ke udara?”

Bedah Struktur Biaya (The Breakdown)
Untuk melakukan perbandingan yang adil (Apple-to-Apple), kita harus membedah komponen pembentuk harga dari kedua metode ini.
1. Struktur Biaya Oksigen Cair (Liquid)
Harga yang tertera di faktur tagihan bulanan Anda bukanlah harga oksigen semata. Itu adalah akumulasi dari:
- Biaya Produksi Vendor: Biaya pabrik memisahkan udara.
- Biaya Distribusi: BBM Truk tangki, gaji supir, dan tol (Sangat sensitif terhadap kenaikan harga BBM).
- Sewa Aset: Biaya sewa tangki penampungan (VIE Tank) dan Evaporator di halaman RS.
- Profit Margin Vendor: Margin keuntungan distributor.
- Evaporation Loss: Kerugian alamiah akibat penguapan (yang tetap Anda bayar).
2. Struktur Biaya Generator Nodemedic (On-Site)
Saat Anda memproduksi sendiri, rantai pasok dipotong habis. Struktur biayanya hanya:
- Biaya Listrik: Energi untuk menggerakkan kompresor.
- Biaya Maintenance: Penggantian filter rutin.
- Zero Logistics: Tidak ada biaya kirim, tidak ada sewa tangki.
Simulasi Hitungan Rupiah (The Math)
Mari kita lakukan simulasi perhitungan riil menggunakan data teknis Nodemedic OxygenPro.
Studi Kasus:
Sebuah Rumah Sakit Tipe C dengan rata-rata kebutuhan oksigen 10.000 m³ per bulan.
Asumsi Dasar:
- Tarif Listrik RS (Industri): Rp 1.500 / kWh.
- Harga Beli Liquid (Pasar): Rp 6.000 / m³ (Harga rata-rata termasuk PPN & Sewa).
- Efisiensi Mesin Nodemedic: 0.8 kWh untuk menghasilkan 1 m³ Oksigen (Data Teknis).
A. Biaya Menggunakan Generator Nodemedic
Rumus: Volume x Konsumsi Energi x Tarif Listrik
$$10.000 \text{ m}^3 \times 0,8 \text{ kWh/m}^3 \times \text{Rp } 1.500 = \textbf{Rp } \mathbf{12.000.000} \text{ per bulan}$$
B. Biaya Menggunakan Liquid Oxygen (Vendor)
Rumus: Volume x Harga Beli Rata-rata
$$10.000 \text{ m}^3 \times \text{Rp } 6.000 = \textbf{Rp } \mathbf{60.000.000} \text{ per bulan}$$
C. Hasil Analisis Penghematan
- Selisih Penghematan Bulanan: Rp 60.000.000 – Rp 12.000.000 = Rp 48.000.000
- Total Penghematan Setahun: Rp 48.000.000 x 12 Bulan = Rp 576.000.000
Analisis:
Dengan memproduksi sendiri, Rumah Sakit dapat menghemat Rp 576 Juta per tahun. Biaya produksi mandiri terbukti 80% lebih murah dibandingkan membeli dari luar.
“The Invisible Thief”: Masalah Penguapan (Evaporation Loss)
Selain harga rupiah, ada kerugian fisik yang sering diabaikan. Oksigen Cair disimpan pada suhu ekstrem -183°C.
Hukum termodinamika tidak bisa dilawan. Meskipun tangki VIE terisolasi dengan baik, panas dari lingkungan luar akan tetap masuk, menyebabkan oksigen cair mendidih dan menguap menjadi gas. Gas ini akan dibuang otomatis melalui katup pengaman (safety valve) agar tangki tidak meledak.
- Fakta: Tingkat penguapan (Boil-off rate) rata-rata adalah 5% – 10% dari total isi tangki per bulan, tergantung cuaca dan pemakaian.
- Dampak: Jika Anda membeli 10.000 m³, realisasinya yang bisa dipakai pasien mungkin hanya 9.000 m³. 1.000 m³ lainnya (senilai Rp 6 Juta) hilang ke udara, tapi tagihannya tetap Anda bayar penuh.
Keunggulan Nodemedic OxygenPro:
Generator ini memproduksi oksigen dengan metode Gas-to-Gas sesuai permintaan (On Demand). Jika tidak ada pemakaian, mesin berhenti. Zero Waste. Tidak ada penguapan.
Tabel Perbandingan “Head-to-Head”
Berikut adalah ringkasan perbandingan untuk memudahkan pengambilan keputusan manajemen:
| Komponen Biaya | Oksigen Cair (Vendor) | Generator Nodemedic (On-Site) |
| Harga Pokok (Cost/m³) | Rp 5.000 – Rp 7.000 (Mahal) | ± Rp 1.200 (Hanya Listrik) |
| Biaya Sewa Aset | Ada (Sewa Tangki & Evaporator) | Tidak Ada (Milik Sendiri/KSO) |
| Risiko Penguapan | Tinggi (5-10% Terbuang) | Nol (0% Waste) |
| Ketergantungan Logistik | Tinggi (Tergantung Truk) | Rendah (Hanya Listrik) |
| Stabilitas Harga | Fluktuatif (Ikut Inflasi & BBM) | Stabil (Terkontrol) |
Kesimpulan & Solusi KSO

Data matematika di atas tidak berbohong. Memproduksi oksigen sendiri dengan Biaya Produksi Oksigen Medis sekitar Rp 1.200/m³ adalah langkah efisiensi paling logis bagi Rumah Sakit modern. Potensi Penghematan Biaya Oksigen mencapai 50% – 70% dari anggaran operasional saat ini.
Tapi, bagaimana jika RS tidak punya anggaran beli mesin?
Jangan biarkan kendala investasi menghentikan efisiensi Anda. Nodemedic menyediakan skema KSO (Kerja Sama Operasional).
- Kami yang menanggung investasi mesin senilai miliaran rupiah.
- Anda cukup membayar biaya pemakaian bulanan yang lebih murah dari tagihan Liquid Anda saat ini.
- Anda langsung menikmati penghematan sejak hari pertama.
Apakah Anda siap membedah tagihan oksigen Anda? Hubungi tim kami untuk analisis penghematan gratis.
Hubungi Tim Ahli Nodemedic untuk Konsultasi
















